Wednesday, July 1, 2009

Setinggi Apa Pohon Bambu Menjulang ?


Jangan Menyerah dan Jangan Putus Asa..
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

"Tuhan," katanya.

"Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".

"Ya," jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.Tapi Aku tidak menyerah.

"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.

"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.

"Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"

"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."

"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."

"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.

"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan

"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.

"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, " kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

Moral Cerita:

- Tuhan mempunyai rencana yang beda-beda untuk masing-masing ciptaan-Nya. Bicara kepada Tuhan membantu kita menyadari tujuan itu.

- Jangan pernah menyesali satu hari pun dari hidup Anda.

- Hari baik memberikan kebahagiaan, hari buruk memberikan pengalaman. Keduanya sangat penting untuk hidup.

- Semua orang pernah mengalami saat-saat ingin menyerah. Jika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, selalu ingat, kita perlu menumbuhkan akar.

- Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan. Tapi Dia menjanjikan kekuatan, hiburan untuk kesedihan, dan cahaya untuk menerangi jalan.

Created Post By : Akhwat_Angkasa ( Ummu Aisyah )

Thursday, June 18, 2009

Cinta Qu Tak Kan Pernah Berubah



Cinta hakiki adalah cinta kepada Dzat Yang Maha Abadi, kepada Dzat Yang Maha Pencinta yang tiada pernah terputus cinta-Nya, cinta yang menembus batas-batas ruang nyata di kehidupan dan batas waktu hingga melampaui usia kehidupan seorang anak manusia. Cinta yang senantiasa bersemi di lubuk hati denagn perasaan yang suci nan indah. Membuat setiap orang yang merasakannya menjadi tentram, nyaman dan serta terarah dalam menjalani segala lika-liku kehidupan.

Cinta kepada Allah mampu membuat seorang hamba menjadi sangat saleh, santun dan baik budi pekerti. Karna orang yang hatinya selalu lekat dengan nama-Nya, maka Allah akan menjadi matanya ketika dia melihat. Allah akan menjadi kakinya ketika dia melangkah. Allah akan menjadi tangannya ketika dia berbuat. Allah akan menjadi otaknya ketika dia berfikir. Jika sedang dan akan mengerjakan sesuatu, ia selalu bertanya dalam hatinya, “Apakah Allah suka dengan apa yang saya kerjakan ini?”
Mencintai Allah tentu juga harus diiringi dengan mencintai Rasulullah saw. Maka sebagai wujud nyata dari kecintaan kepada Allah, dia akan mengikuti sifat-sifat dan akhlak Rasulullah saw yang mulia.

Menggapai Cinta Hakiki

Hidayah
Perkara hidayah adalah rahasia Allah. Dan bukan urusan kita. Mau setengah mati kita menasehati seseorang, namun jika hidayah itu belum mau masuk ke dalam hatinya, maka tetap saja ia berada dalam kesesatan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 272:
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya…”

Ikhtiar
Untuk mendapatkan hidayah dan cinta-Nya harus dengan usaha. Apapun dan betapapun kecilnya usaha itu. Usaha untuk mendapatkan hidayah adalah niat untuk berubah menjadi lebih baik dan benar-benar meyakini bahwa setelah kehidupan ini ada akhirat yang siap menanti. Allah SWT berfirman dan Al-Qur’an surat Al-Lail ayat 5-7:
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”

Doa
Jangan lupa berdoa untuk selalu memohon agar Allah memberi kita hidayah. Doa sangat menentukan kualitas hidayah seseorang. Dengan doa seseorang bisa hidup mulia dan berkat doa pula seseorang bisa menjadi hina. Doa yang baik akan mengantarkannya pada kemuliaan dan doa yang buruk akan mengantarkannya pada kehinaan.


Saturday, June 13, 2009

Jasa Pak Pos


Mungkin hari ini atau senin pak pos adalah sosok yang ditunggu-tunggu oleh para siswa/i yang sedang menunggu surat kelulusan via pos dari sekolah masing-masing.Hidup Pak Pos ,,saya menunggu kabar baik darimu ....yang akan membuka gerbang kehidupan baruku usai sekolahku


Informasi LUlus



Untuk kelas III angkatan 2008 / 2009 ...hari ini adalah hari yang dijanjikan dan yang dinantikan untuk informasi kelulusan....

SEPERTIYA ANDA HARUS BERSABAR YAH...NUNGGU PAK POS KIRIMIN AMPLOP KELULUSAN....


Friday, June 5, 2009

10 TIPS SUKSES BELAJAR



10 TIPS SUKSES BELAJAR
1. Awali dengan do'a
2. Pahami Pelajaran
3. ULANGI ! ULANGI ! ULANGI !
4. Catat Inti Pelajaran
5. Buat Kata Kunci Rumus
6. Piih Waktu Belajar
7. Bangun Suasana Nyaman
8. Bentuk Kelompok Belajar
9. Latih Kemampuan
10. Sediakan Waktu u/ istirahat

" Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan pemiliknya dalam kedudukan terhormat dan mulia ( tinggi ). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi pemiliknya dunia dan akhirat "

Friday, May 8, 2009




Nich ada story live dari mailing tetangga

Nikmati Kopinya Bukan Cangkirnya
Sekelompok biker Vario yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul
di rumah seorang professor salah satu universitas terkemuka. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan para biker.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal,
gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapalainnya sangat indah -. Sang professor menyuruh para biker untuk menuang sendiri kopinya.
Setelah semua biker mendapat secangkir kopi, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan,semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."
"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya
adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak
mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."

Tuhan menciptakan kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya. Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding
pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya
tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.

Thursday, May 7, 2009

Web Surfing Sumber Utama Infeksi 2008





Jakarta - Web surfing masih tetap menjadi sumber utama bagi infeksi baru di tahun 2008, dan para penyerang semakin mengandalkan tool kit program jahat yang dapat dikustomisasi untuk mengembangkan dan menyebarkan ancaman mereka.

Hal ini dipaparkan Symantec dalam laporan keamanan bertajuk Symantec Internet Security Threat Report Volume XIV di Grand Hyatt, Rabu (6/5/2009). Menurut laporan tersebut, 90 persen dari ancaman yang terdeteksi Symantec berusaha mencuri informasi rahasia.

Selama evaluasi, software pengembangan aplikasi web menjadi sumber kerentanan (vulnerabilities) yang paling utama. Software seperti ini dikembangkan untuk mempermudah implementasi web-web baru dan digunakan secara luas di internet. Banyak dari platform ini tidak didesain dengan mengembangkan aspek keamanan dan meningkatkan banyak kelemahan sehingga rentan terhadap serangan.

Dari semua kerentanan yang diidentifikasi selama 2008, 63 persen menjangkiti aplikasi web, naik dari 59 persen di 2007. Dari 12.885 kerentanan jenis site spesific cross site scripting yg dilaporkan pada 2008, hanya 3 persen (394) yang diperbaiki ketika laporan ini ditulis.

Dari laporan ini terungkap bahwa serangan berbasis web berasal dari negara-negara di seluruh dunia, yang didominasi AS (38 %), China (13 persen), dan Ukraina (12 persen). ( faw / faw )