Wednesday, August 19, 2009

Mengapa wanita mudah menangis



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".

specially dedicate for my beloved wife :
"Engkaulah rembulan di langit hatiku, Terima kasih Ya ALlah"


Tuesday, August 11, 2009

Surat buat ayahanda




Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit.
Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku,
aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu,
dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.

Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun.
Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berdua berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu.
Sebagai bukti,bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.

Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.
Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak.
Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu.
Engkau adalah milik Tuhan.

Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu.
Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau.
Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan.
Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya.
Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu karena Nya,bukan karena kau dan ibumu.

Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan.

Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan.
Agar perjalananmu mendekatiNya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam.
Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain.
Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti.
Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan,
dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas.
Karena seperti itulah aku di dunia.
Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.

Aku akan bangga Nak,
karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.

Dari ayah yang senantiasa merindukan mu

Wednesday, July 1, 2009

Setinggi Apa Pohon Bambu Menjulang ?


Jangan Menyerah dan Jangan Putus Asa..
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

"Tuhan," katanya.

"Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".

"Ya," jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.Tapi Aku tidak menyerah.

"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.

"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.

"Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"

"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."

"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."

"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.

"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan

"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.

"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, " kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

Moral Cerita:

- Tuhan mempunyai rencana yang beda-beda untuk masing-masing ciptaan-Nya. Bicara kepada Tuhan membantu kita menyadari tujuan itu.

- Jangan pernah menyesali satu hari pun dari hidup Anda.

- Hari baik memberikan kebahagiaan, hari buruk memberikan pengalaman. Keduanya sangat penting untuk hidup.

- Semua orang pernah mengalami saat-saat ingin menyerah. Jika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, selalu ingat, kita perlu menumbuhkan akar.

- Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan. Tapi Dia menjanjikan kekuatan, hiburan untuk kesedihan, dan cahaya untuk menerangi jalan.

Created Post By : Akhwat_Angkasa ( Ummu Aisyah )

Thursday, June 18, 2009

Cinta Qu Tak Kan Pernah Berubah



Cinta hakiki adalah cinta kepada Dzat Yang Maha Abadi, kepada Dzat Yang Maha Pencinta yang tiada pernah terputus cinta-Nya, cinta yang menembus batas-batas ruang nyata di kehidupan dan batas waktu hingga melampaui usia kehidupan seorang anak manusia. Cinta yang senantiasa bersemi di lubuk hati denagn perasaan yang suci nan indah. Membuat setiap orang yang merasakannya menjadi tentram, nyaman dan serta terarah dalam menjalani segala lika-liku kehidupan.

Cinta kepada Allah mampu membuat seorang hamba menjadi sangat saleh, santun dan baik budi pekerti. Karna orang yang hatinya selalu lekat dengan nama-Nya, maka Allah akan menjadi matanya ketika dia melihat. Allah akan menjadi kakinya ketika dia melangkah. Allah akan menjadi tangannya ketika dia berbuat. Allah akan menjadi otaknya ketika dia berfikir. Jika sedang dan akan mengerjakan sesuatu, ia selalu bertanya dalam hatinya, “Apakah Allah suka dengan apa yang saya kerjakan ini?”
Mencintai Allah tentu juga harus diiringi dengan mencintai Rasulullah saw. Maka sebagai wujud nyata dari kecintaan kepada Allah, dia akan mengikuti sifat-sifat dan akhlak Rasulullah saw yang mulia.

Menggapai Cinta Hakiki

Hidayah
Perkara hidayah adalah rahasia Allah. Dan bukan urusan kita. Mau setengah mati kita menasehati seseorang, namun jika hidayah itu belum mau masuk ke dalam hatinya, maka tetap saja ia berada dalam kesesatan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 272:
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya…”

Ikhtiar
Untuk mendapatkan hidayah dan cinta-Nya harus dengan usaha. Apapun dan betapapun kecilnya usaha itu. Usaha untuk mendapatkan hidayah adalah niat untuk berubah menjadi lebih baik dan benar-benar meyakini bahwa setelah kehidupan ini ada akhirat yang siap menanti. Allah SWT berfirman dan Al-Qur’an surat Al-Lail ayat 5-7:
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”

Doa
Jangan lupa berdoa untuk selalu memohon agar Allah memberi kita hidayah. Doa sangat menentukan kualitas hidayah seseorang. Dengan doa seseorang bisa hidup mulia dan berkat doa pula seseorang bisa menjadi hina. Doa yang baik akan mengantarkannya pada kemuliaan dan doa yang buruk akan mengantarkannya pada kehinaan.


Saturday, June 13, 2009

Jasa Pak Pos


Mungkin hari ini atau senin pak pos adalah sosok yang ditunggu-tunggu oleh para siswa/i yang sedang menunggu surat kelulusan via pos dari sekolah masing-masing.Hidup Pak Pos ,,saya menunggu kabar baik darimu ....yang akan membuka gerbang kehidupan baruku usai sekolahku


Informasi LUlus



Untuk kelas III angkatan 2008 / 2009 ...hari ini adalah hari yang dijanjikan dan yang dinantikan untuk informasi kelulusan....

SEPERTIYA ANDA HARUS BERSABAR YAH...NUNGGU PAK POS KIRIMIN AMPLOP KELULUSAN....


Friday, June 5, 2009

10 TIPS SUKSES BELAJAR



10 TIPS SUKSES BELAJAR
1. Awali dengan do'a
2. Pahami Pelajaran
3. ULANGI ! ULANGI ! ULANGI !
4. Catat Inti Pelajaran
5. Buat Kata Kunci Rumus
6. Piih Waktu Belajar
7. Bangun Suasana Nyaman
8. Bentuk Kelompok Belajar
9. Latih Kemampuan
10. Sediakan Waktu u/ istirahat

" Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan pemiliknya dalam kedudukan terhormat dan mulia ( tinggi ). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi pemiliknya dunia dan akhirat "